Jumat, 13 Januari 2017

Surat Libur Hindu 2017

Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Kementerian 
Libur dan Cuti Bersama Tahun 2017




SURAT LIBUR FAKULTATIF UMAT HINDU 2017


Yang mau diprint silahkan menuju Sumber (PDF Version) : www.kemenag.go.id
Untuk Libur Dispensasi Hindu dari sumber : www.phdi.or.id ,
Silahkan Download atau Lihat Gambar diatas, cara membaca klik tanda < pojok kiri atas untuk memperbesar file PDF

This is letter from ministry to workers get holiday in calender 2017 to celebrate their religion.


Selasa, 26 Januari 2016

Surat Libur Hindu 2016

Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Kementerian 
Libur dan Cuti Bersama Tahun 2016



SURAT LIBUR FAKULTATIF UMAT HINDU 2016


Yang mau diprint silahkan menuju Sumber (PDF Version) : www.kemenag.go.id
Untuk Libur Dispensasi Hindu dari sumber : www.phdi.or.id ,
Silahkan Download atau Lihat Gambar diatas, cara membaca klik tanda < pojok kiri atas untuk memperbesar file PDF

This is letter from ministry to workers get holiday in calender 2016 to celebrate their religion.


Jumat, 09 Januari 2015

Surat Libur Hindu Tahun 2015


Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Kementerian 
Libur dan Cuti Bersama Tahun 2015


SURAT LIBUR FAKULTATIF UMAT HINDU 2015


Yang mau diprint silahkan menuju Sumber (PDF Version) : www.kemenag.go.id
Untuk Libur Dispensasi Hindu  Silahkan Download
atau Lihat Gambar diatas, cara membaca klik tanda < pojok kiri atas untuk memperbesar file PDF

This is letter from ministry to workers get holiday in calender 2015 to celebrate their religion.

Senin, 29 Desember 2014

Pura Hindu di Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

7 Pura Hindu di Kupang NTT, Memperbesar Foto Klik Pada Gambar

Kepulauan NTT yang terletak di ujung tenggara timur Indonesia ini memiliki rasa ketertarikan untuk dikunjungi oleh para wisatawan.
Mengunjungi tempat ibadah umat Hindu dan bersembahyang sering disebut sebagai "Tirtha Yatra" (perjalanan mencari Tirtha Amertha / air Suci).
Tirtha Yatra di Kota Kupang yang merupakan Ibukota Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Indonesia dengan wisata spiritual memiliki pengalaman yang menarik dimana tempat ibadah umat Hindu yang terdiri dari 7 Pura dan 1 Wantilan.
Ke 7 (tujuh) Pura dan 1 Wantilan Umat Hindu di wilayah Kota Kupang tersebut diantaranya (keterangan foto diatas dari Kiri ke Kanan): 
  1. Pura Oebananta (Kelurahan Fatubesi - Pasar Oeba)
  2. Pura Agung Giri Kertha Bhuwana (Perumahan BTN Kulhua) 
  3. Pura Prajapati (Namosain Alak)
  4. Pura Mandala Natha (Asrama TNI Angkatan Laut - Osmok)
  5. Pura Wira Tirtha Yudha (Asrama Tentara - Kuanino)
  6. Pura Mandhita (Sekolah Polisi Negara / SPN - Oebobo)
  7. Pura Luhur Akasa (Lapangan Udara El Tari - Penfui)
  8. Wantilan Agung Tri Brata (Kepolisian Daerah NTT)
Berbagai foto tempat ibadah Umat Hindu kota Kupang diatas diambil oleh Kak Rary Triguntara atau yang akrab disapa K'Gun (RyGuN Photography) yang didedikasikan kepada seluruh umat Hindu di Kupang NTT.

1. Pura Oebananta (Piodalan Galungan : Buda Kliwon Dungulan)





2. Pura Agung Giri Kertha Bhuwana (Piodalan Saraswati : Saniscara Umanis Watugunung)





3. Pura Prajapati  (Piodalan Galungan : Buda Kliwon Dungulan) 
Pura Prajapati ini Untuk Ngaben/Upacara Kedukaan





4. Pura Mandala Natha (Piodalan : Purnama Sasih Kanem)





5. Pura Luhur Akasa (Piodalan : Anggara Kliwon Medangsia)





6. Pura Mandhita (Piodalan Kuningan : Saniscara Kliwon Kuningan)





7.  Pura Wira Tirtha Yudha (Piodalan  : Purnama Sasih Kapat)




8. Wantilan Agung Tri Brata (Polda NTT)
Wantilan (Ruang Serba Guna) ini digunakan untuk kegiatan keumatan baik suka dan duka.





Rabu, 17 Desember 2014

GALUNGAN 2014 : SUDAHKAH KITA MENANGKAN DHARMA SECARA SPIRITUAL ?



DHARMA WACANA Hari Raya Galungan 17 Desember 2014 
Di Pura Giri Agung Kertha Bhuana BTN Kulhua Kupang, Propinsi NTT
SUDAHKAH KITA MENANGKAN DHARMA SECARA SPIRITUAL ?
Oleh : I Putu Yoga Bumi Pradana, S.Sos, M.Si

Om Swastyastu
Patut kita berbangga karena pada hari ini segenap umat Hindu seluruh Indonesia merayakan hari raya Galungan yang merupakan hari kemenangan Dharma melawan Adharma. Ketika berbicara tentang kemenangan Dharma melawan Adharma, saya teringat akan kisah Mahabharata yaitu peperangan antara Pandawa (kebenaran) dan kaurawa (ketidakbenaran). Kemenangan Pandawa atas kaurawa bukanlah akhir dari sebuah kemenangan dharma melawan adharma, melainkan hanyalah sebuah awal dari perjuangan dharma itu sendiri. Karena sejatinya ketika Pandawa menang atas kurawa, maka saat itulah Alam Semesta memasuki jaman Kali Yuga dimana kebenaran hanya ¼ dari ketidakbenaran.
Kita yang hadir pada pagi ini merupakan pribadi-pribadi yang telah menang dari adharma, namun kemenangan itu hanya berupa kemenangan dari sisi ritual/upakara dan belum tentu dari sisi spiritual. Pertanyaannya apakah kita sudah menang dari sisi spritual atas adharma ? jika bapak ibu sampai saat ini masih menyimpan amarah, rasa benci, iri, dendam, menghina, dan memandang rendah kepada orang lain, merasa diri paling hebat dan sombong atas keberhasilan yang kita capai atau mengeluh dalam hati karena sembahyang ini panas, gerah, berkeringat maka saat ini juga bapak/ibu belum menang atas adharma secara spiritual. Karena sejatinya jiwa yang menang adalah jiwa yang selalu mengikhlaskan dirinya dan senantiasa tersenyum penuh kasih kepada siapapun.
Kepada para pemuda, jika lebih menyukai nongkrong di pinggir jalan, meminum minuman keras, berjudi ketika malam minggu dibandingkan sembahyang ke pura atau membiarkan pura ini kosong, kotor dan sepi dari aktivitas dharma atau hanya penuh ketika menjelang hari raya besar seperti galungan, maka sampai saat itu kita belum menang atas adharma itu sendiri.
Ritual persembahyangan yang kita lakukan pada hari ini janganlah sampai kita terlena dan mabuk sehingga lupa bahwa perjuangan melawan adharma baru saja dimulai, karena setelah persembahyangan ini justru godaan melakukan adharma semakin tinggi akibat euforia kita yang berlebihan. Kita harusnya memetik pelajaran dari peperangan besar mahabharata bahwa kemenangan Pandawa bukanlah akhir dari kemenangan dharma, melainkan hanyalah awal dari semakin besarnya godaan untuk berbuat adharma.
Lantas bagaimanakah kita mampu menjadi pribadi yang menang secara spritual atas adharma itu sendiri ? kemenangan secara spritual bukanlah bermakna bahwa kita menjadi manusia yang sempurna, tidak pernah melakukan kesalahan, tidak marah, tidak iri hati, tidak membenci dan sebagainya. Kemenangan secara spiritual adalah ketika kita mampu menyadari setiap makna atau nasehat baik yang diberikan oleh Tuhan dibalik setiap kejadian yang menimpa hidup kita, melihatnya dari sisi yang positif dan berupaya sebaik mungkin memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih berguna dan bermanfaat bagi banyak orang serta yang terpenting lebih dekat dengan Tuhan melalui perbuatan yang baik sebagaimana yang diajarkan oleh Krishna.
Hukum karma mengajarkan kepada kita bahwa “Apa yang engkau Tabur, itulah yang akan engkau Tuai”. Hukum karma dapat menentukan seseorang itu hidup bahagia atau menderita lahir bathin. Jadi setiap orang berbuat baik (subha karma), pasti akan menerima hasil dari perbuatan baiknya itu. Demikian pula sebaliknya, setiap orang yang berbuat buruk, maka keburukan itu sendiri tidak bisa terelakkan dan pasti akan diterima. Dalam sloka Brhadaranyaka Upanisad IV.4.5. disebutkan bahwa :

Sadhukari sadhur bhavati pàpàkari pàpobhavati, punyah punyena karmanà bhavati, pàpàh pàpena, athau khalv àhuá, kàmamaya evàyam purusa iti, sa yathàkàmo bhavati, tat kratur bhavati, yat kratur bhavati, tat karma kurute, yat karma kurute, tat abhisampadyate"
artinya
Sesuai dengan perbuatan dalam hidupnya, Demikianlah manusia menjadinya. 
Ia yang berbuat Baik menjadi baik. Ia yang berbuat buruk menjadi buruk
Dan sesungguhnya seorang manusia dibentuk oleh keinginannya. 
Sesuai dengan keinginannya demikianlah keyakinannya. Sesuai dengan keyakinannya demikianlah perbuatannya. Dan sesuai dengan perbuatannya demikianlah Ia jadinya.
Kesimpulannya seorang manusia dengan Perbuatan-perbuatannya akan menuju nasibnya
Brhadaranyaka Upanisad IV.4.5.

Sloka ini berpesan bahwa jika setiap hari kita selalu memenangkan adharma dalam kehidupan kita, maka seperti itulah nasib dan hidup kita. Tak ubahnya api yang selalu membakar habis apapun yang dilaluinya. Lantas jika kita memiliki ajaran yang sedemikian bagus, mengapa kita seringkali lupa akan dharma dan tanpa sadar memenangkan adharma dalam hidup kita ?. Kita lebih mudah mendekatkan diri pada judi dan minuman keras yang justru menghabiskan uang kita atau obrolan yang membicarakan kejelekan atau aib seseorang dibanding sembahyang atau membaca kitab suci yang mungkin hanya membutuhkan beberapa menit dari 24 jam waktu yang kita miliki selama sehari. Sadarilah hal ini, maka sebagai seorang Hindu hendaknya pura jangan kita bangun secara fisik tapi marilah kita perlu bangun pura itu secara psikis di dalam hati kita.
Untuk merdeka secara spritual ada beberapa tips yang dapat saya bagikan pada hari ini :
1. Bangunlah Pura didalam hatimu;
2. Yakinlah apapun yang Tuhan lakukan adalah yang terbaik;
3. Berbuat dan Berserah;
4. Semua makhluk hidup adalah bagian dari Tuhan
5. Gantunglah harapan kita pada Tuhan bukan pada manusia
6. Selalulah berjalan bersama Tuhan.

Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu persatu
1. Bangunlah pura didalam hati
Suatu ketika saya berpikir dan bertanya dalam hati, kenapa kerajaan Majapahit yang merupakan kerajaan adi kuasa waktu itu bisa runtuh dan rakyatnya berganti keyakinan dari Hindu atau Siva Buddha ke keyakinan Non Hindu dalam waktu yang relatif singkat. Padahal kita memiliki bangunan pura yang super megah, Candi Prambanan, dan Borobudur misalnya dan candi-candi lainnya. Lantas mengapa ? jawabannya adalah karena kita terlalu sibuk membangun pura di bumi, menghiasinya, mengupacarainya tapi disaat yang sama kita lupa membangun pura di dalam hati kita. Ada sebuah cerita yang menarik mengenai makna dibalik membangun pura di dalam hati.
Pusalar membangun pura
Pusalar hidup di sebuah desa kecil d india selatan. ia ingin membangun sebuah pura untuk tuhan. lalu ia memulai menggali pondasi di samping pondok ladangnya yang sempit. setelah beberapa lama, lubang pondasi itu tetap menganga. pusalar tidak mampu membeli batu bata untuk meneruskan pembangunan pura itu. ia hampir putus asa. tiba-tiba pikiran bliryan muncul dibenaknya. ia dapat membangun pura dihatinya.  pusalar mulai menggali pondasi di  lahan baru itu. ia memulai membangun pura sedikit demi sedikit. ia memasang bata sehari satu. ia tidak mau terburu-buru menyelesaikan pura itu, sekalipun ia mampu, karena toh semua itu hanya dalam hati. ia tetap sadar bahwa ia adalah seorang petani miskin. ia tidak mau neko-neko, walau hanya dalam hati. sebab segala sesuatu mulainya dari hat. ia ingin menikmati pekerjaan yang ia persembahkan oleh tuhan.
Suatu hal sangat diperhatikan oleh pusalar dalam membangun pura yaitu pintu puranya harus lebar, agar setiap orang, terutama anak-anak, dapat keluar masuk pura dengan nyaman. Dengan demikian mereka akan senang ke pura. pusalar berpendapat, setiap orang harus mudah bertemu tuhan. sebab Tuhan tidak mempersulit orang yang ingin bertemu denganNya.
Setelah bekerja keras selama setahun akhirnyapura itu selesai. ia merasa sangat lega dan bahagia. ia bermagsud meresmikan pura itu, melakukan kumba abiseka atau ngenteg linggih. ia memohon kepada tuhan:" Ya Tuhan, pura yang ku bangun untukMu sudah selesai. besok saya akan mengadakan upacara kumba abiseka. sudilah kiranya Engkau datang menghadiri upacara yang sederhana itu. tapi Tuhan, tidak ada orang lain yang akan menyambutMu, kecuali saya. saya tidak ingin memberitahukan upacara ini kepada siapapun. bukan apa-apa, saya hanya khawatir mereka akan menertawai saya, karena semua itu hanya ada dalam hatiku."

Maharaja membangun pura
Entah kebetulan atau tidak, ketika pusalar mulai membangun sang maharaja juga memulai membangun sebuah pura di alun-alun di depan istana, di tengah-tengah ibu kota. pura itu haruslah sebuah pura yang megah, sebagai lambang dari kerajaan yang makmur. raja mendatangkan arsitek (sthapi), tukang batu dan tukang ukir (silpi) pilihan dari seluruh india. bahan-bahan, seperti batu bata, marmer, kayu, batu pualam di pilih yang terbaik dari seluruh negeri. ketika sudah selesai, pura itu menjadi monumen yang begitu megah mengagumkan. ia merupakan hasil karya seni yang tinggi. raja memutuskan untuk melakukan upacara kumba abiseka yag besar dan megah. raja mengundang para duta besar negara sahabat. sebuah pesta besar untuk rakyat dipersiapkan. malam sebelum upacara itu, dala tidurnya maharaja didatangi oleh Tuhan. 
• Tuhan berkata: "kamu harus mengundurkan upacara ngenteg linggih ini sehari!"
• Raja kaget: " Tuhan, semua sudah siap ada ap"
• Tuhan berkata:"Besok aku akan menghadiri upacara kumba abiseka pura yang dibangun oleh pusalar. jadi kamu harus mengundurkan upacara kumba abiseka puramu satu hari."
Tuhan lalu menghilang. maharaja bangun dari tidurnya. ia kaget dan kecewa. siapa gerangan pusalar ini? aku belum pernah mendengar ada orang lain membangun pura di seluruh wilayah negeriku. siapa gerangan pusalar sehingga Tuhan harus mendahulukan dia dari pada aku??
Pagi itu juga maharaja mngadakan sidang paripurna secara mendadak. agenda sidang itu hanya satu: hari itu juga ia harus tau siapa itu pusalar dan di mana ia tinggal. tengah hari informasi diperoleh. dan maharaja berangkat menuju desa dimaa pusalar hidup. seluruh warga desa kecil itu kaget. untuk apa maharaja mengunjungi pusalar? ada apa dengan pusalar? selama ini tidak ada yang memperdulikan petani miskin itu. maharaja menghampiri gubuk pusalar yang sederhana. pusalar kaget sekali, dan ia segara menyentuh kaki sang maharaja "Dimana puramu pusalar?" maharaja bertanya. pusalar menjadi sangat malu. selama ini tidak ada orang yang tau mengenai pura itu, karena semua itu hanya ada dalam hatinya saja. mungkin hanya orang miskin dan bodoh seperti dirinya yang membangun pura di dalam hati. takut ditertawai oleh penduduk desa yang berkerumun ingin tahu, serta para pengiring maharaja yang penuh waspada, ia mencoba mengingkarinya. maharaja lalu menceritakan mimpinya. pusalar kini merasa tidak takut lagi, karena Tuhan mengetahui dan memberkati apa yang ia karjakan. pusalar menunjuk dadanya: "disini yang mulia." Mendengar penjelasan pusalar, sang maharaja membungkuk dan menyentuh kaki pusalar ``Pura di bumi dan dalam hati``

Mengapa Tuhan mendahulukan Pusalar dari Maharaja? pertama tantangan yang di hadapi oleh Pusalar untuk mendirikan pura demikian besar, namun ia tidak putus asa. Bagi seorang Maharaja apa susahnya membangun sebuah pura yang besar & megah? Kedua, ketika Pusalar selesai membangun pura pertama-tama yang diingat adalah Tuhan. Dengan sepenuh hati ia memohon agar Tuhan berkenan mengunjungi puranya. Dengan kata lain ia memohon agar Tuhan memasuki hatinya. Ketika Maharaja selesai membuat pura, yang pertama-tama ada dalam pikirannya adalah membuat upacara yag besar, yang menggambarkan menggambarkan kemegahan, kejayaan dan kekayaan. Dan ia melupakan Tuhan. Dalam keinginan akan kemashuran, penghormatan & kebanggaan diri yang berlebihan, Tuhan memang tidak memiliki tempat.
Dalam Srimad Bhagvatam Tuhan bersabda : ``Sembahlah Aku melalui meditasi di tempat pemujaan yang terletak di dalam hati.``
Apakah membangun pura di bumi ini tidak perlu? Tuhan tidak melarang Maharaja membangun pura. Tuhan hanya meminta Maharaja menunda sehari saja peresmian pranya. Membangun pura di bumi ini sangat perli. Ia merupakan lambang keberadaan & kehidupan agama hindu. Pura juga merupakan citra agama & umat Hindu. Bila di suatu tempat ada pura, berarti di sana ada umat Hindu. Bila puranya besar, indah & bersih berarti umat Hindu di sekitar pura itu banyak jumlahnya, sejahterah hidupnya & tinggi perhatianya terhadap agama Hindu. Bila pura itu kecil & sederhana, berarti umat Hindu di sekitar pura itu sedikit jumlahnya, sederhana hidupnya, sekalipun belum tantu perhatiannya rendah terhadap agama Hindu. Di perdesaan di Jwa saya sering menyaksikan keberadaan pura-pura yang kecil ini, karena kehidupan ekonomi mereka sangat rendah. Tapi perhatian & aktivitas keagamaan mereka begitu tinggi.
Membangun pura di muka bumi sangat penting, karena pura merupakan tempat kita bertemu & berkumpul untuk sembahyang atau berdo'a bersama. Pura juga menjadi tempat bagi lahirnya karya-karya seni yang hebat. Pura juga menjadi tempat pendidikan.
Di berbagai wilyah di seluruh Indonesia, kini ditemukan berbagai situs candi. Dulu di tempat itu pernah ada candi yang hebat. Pastilah di sekitar tempat itu dulu terdapat kerajaan Hindu yang kaya & makmur. Kalau tidak, tidak mungkin mereka bisa membangun candi yang bisa bertahan sampai sekarang. Tapi sekarang candi-candi itu tinggal reruntuhan, karena masyarakat di sekitarnya tidak mau memeliharanya. Karena mereka sudah bukan Hindu lagi.
Rupanya dahulu para raja-raja Hindu hanya sibuk membangun candi fisik & ritual besar, tetapi lupa membangun candi sastra. Begitu ada kepercayaan baru datang menawarkan ajaran yang lebih jelas, terlepas apakah ia lebih baik atau lebih buruk dari ajaran Hindu, masyarakat Hindu langsung menerima ajaran baru itu. Karena selama ini agama Hindu hanya memberikan mereka berbagai macam ritual yang tidak dijelaskan makna intelektual atau spiritualnya, sehingga terasa menjadi beban.
Makna dibalik cerita
Cerita ini setidaknya mengajarkan kepada kita bahwa jangan lupakan Tuhan yang ada didalam hati kita dengan membiarkan puranya kotor, kosong dan sepi. Hati yang kosong secara spiritual merupakan sumber dari sifat keirihatian, benci dan amarah.
Jika Tuhan ada didalam setiap makhluk hidup, lantas mengapa kita masih membenci orang lain, marah dan jengkel kepadanya. Membangun pura membangun pura di dalam hati merupakan hal yang teramat sangat penting karena akan membuat pura di atas bumi menjadi abadi dan memenangkan dharma.

2. Yakinlah apapun yang Tuhan lakukan adalah yang terbaik
Yakin pada pekerjaan Tuhan merupakan pesan utama Veda. Dalam ajaran Karma, Tuhan mengajarkan bahwa hidup ini adalah sekolah bagi jiwa, piknik bagi sang tubuh dan evolusi spritual bagi sang atman. Setiap ujian dan cobaan yang datang pada diri kita merupakan ujian kenaikan tingkat agar atman bisa lebih dekat dengan Brahman dan mencapai Moksa. Ujian adalah guru bagi kehidupan kita. Maka mulai saat ini, jika ada orang yang berusaha membuat anda marah, jengkel dan benci, berterima kasihlah pada dia karena telah menjadi guru bagi kita. Ia datang memberikan ujian kesabaran, kasih sayang dan pemaaf bagi kita agar kita bisa lebih dekat dengan Tuhan. Karena setidaknya dia telah rela masuk neraka dan lahir menjadi orang yang hina hanya untuk mengajarkan kita tentang kebaikan, kesabaran, kejujuran dan kasih sayang.

3. Berbuat dan Berserah;
Dalam salah satu sloka Bhagavadgita disebutkan 
Hakmu adalah melaksanakan Tugas;
bukan menentukan hasilnya
Janganlah kamu berbuat hanya karena
didorong oleh hasil dari perbuatanmu
dan jangan pula mengikatkan diri
pada hasil perbuatan itu
(Bhagavad Gita 11.47)

Krishna sebagai Avatara Tuhan berulang kali dalam Gita  mengingatkan kepada manusia agar bekerjalah dengan ikhlas dan tanpa pamrin, yang semata-mata pekerjaan tanpa terikat akan hasilnya dan ditujukan hanya untuk Tuhan semata dan kesejahteraan semua makhluk hidup (Loka Samgraha). Maka mulai hari ini lepaskan ikatan kita akan hasil dari perbuatan yang kita lakukan, agar kita mampu menjadi yang bebas dan menang secara spiritual. Kita seringkali memenjarakan Tuhan dengan berbagai doa dan permohonan kita. Maka sesungguhnya apakah kita sedang berdoa atau menyuruh Tuhan ?. Kita minta ini dan itu, berbuat baik karena ingin sesuatu dari Tuhan, kita paksakan keinginan kita. Tapi disaat yang sama kita semakin terikat dengan doa dan permohonan kita sehingga menjadi penyebab dari duka dan penderitaan yang kita alami. Kita seperti anak kecil yang selalu merengek-rengek, jika Tuhan mengabulkan permohonan kita maka Tuhan kita anggap sebagai Maha Baik dan Pemurah. Namun sebaliknya jika Tuhan tidak mengabulkan doa kita, maka kita menghujat Tuhan, hilang kepercayaan kepadaNya, malas kepura, malas sembahyang, dan bahkan berpindah keyakinan. Tanpa kita sadari bahwa “apapun yang Tuhan lakukan adalah yang terbaik”. Terdapat lima tingkatan dalam doa yaitu :
A. Berdagang dengan Tuhan
Setiap kita berbuat baik, kita mengharapkan imbalan dari Tuhan, seolah kita berdagang dengan Tuhan. Bila kita bersedekah agar rezeki kita meningkat, yang kita dapat ya rezeki itu saja. Padahal sebenarnya terlalu sempit, padahal kalau niat iklas bersedekah karena Allah, kita bisa dapat lebih, tidak saja tambahan rejeki, kesehatan, anak yang pintar dan suputra.
B.  Meyakini Tuhan sebagai yang Maha Kuasa
Berarti sudah gak dagang lagi, benar-benar sudah meminta karena memang Tuhanlah sebagai sumber dari segala apa yang di alam semesta ini. Bila Tuhan telah berkehendak, tidak ada yang mustahil.
C. Minta diberikan yang terbaik
Inilah sikap berserah pada Tuhan karena kita menyadari bahwa Tuhan itu Maha Mengetahui dan “apapun yang Tuhan lakukan adalah yang terbaik”. Jadi apalagi yang kita khawatirkan ?
D. Mensyukuri nikmat dan karuniaNya
Siapa saja yang pandai bersyukur, pasti akan diberi kenikmatan yang lebih. Orang-orang yang masih berdoa dengan meminta ibaratnya masih kekurangan, sedangkan bagi orang yang sudah pandai bersyukur, justru penuh dengan kenikmatan. Semakin panjang permintaan, semakin banyak kekurangan.. Semakin banyak bersyukur, semakin banyak kenikmatan..  Wah, kesindir deh saya..
E. Berbuat seperti Tuhan dan Hanya untuk Tuhan
Inilah Pesan yang disampaikan oleh Krishna berulang kali dalam Gita. Maksudnya meniru perbuatan Tuhan artinya semua karunia yang kita miliki digunakan untuk kebajikan. Berbuat baiklah kepada orang lain, sebagaimana Tuhan telah berbuat baik kepadamu.


3. Semua makhluk hidup adalah bagian dari Tuhan
Inilah inti dari ajaran Tat Tvam Asi, aku adalah kamu dan kamu adalah aku atau kamu adalah itu (Brahman). Semua makhluk hidup bersaudara, Vasudewa Kutumbakam. Dengan menyadari selalu inti ajaran ini, maka tidak ada alasan bagi kita untuk membenci, marah, iri, dengki kepada orang yang lain.

4. Gantunglah harapan kita pada Tuhan bukan pada manusia
Kita sebagai manusia seringkali lupa bahwa jodoh, rejeki, kesehatan, umur merupakan kasih Tuhan. Kita seringkali menggantungkan harapan kita pada manusia dan lupa pada Tuhan. Padahal Tuhan adalah sumber dari segala apa yang ada. Krishna berkata “Akulah sumber dari segala apa yang ada di alam semesta ini”, Akulah Awal, Pertengahan dan Akhir setiap makhluk, bagiku tidak ada yang paling Aku kasihi dan Kubenci, namun siapapun yang berbakti padaKu dengan tulus dan ikhlas, Aku ada pada dia dan dia ada padaKu. Ketahuilah bahwa seluruh alamat semesta ini hanya ditopang oleh sepercik kecermelanganKu.”

5. Selalulah berjalan bersama Tuhan.
Pesan terakhir ini merupakan pesan terpenting. Selalulah berjalan bersama Tuhan. Krishna berpesan “Siapapun yang berbakti padaKu dengan penuh ketulusan dan keikhlasan, akan Ku lindungi apa yang dia punya dan akan Ku bawakan apa yang dia tidak punya”. Dalam sloka ini Tuhan sudah berjanji, lantas mengapa kita seringkali mudah menjauh dariNya dan ragu untuk bekerja dijalanNya. Tuhan sudah menjamin hidup siapapun yang dekat denganNya. Mengapa kita lebih mudah untuk berjudi dan mabuk-mabukan dibanding datang ngayah di pura. Mengapa kita mudah memenangkan adharma dibanding dharma dalam hidup ini. Hello Tuhan sudah berjanji, apa yang kita khawatirkan ?

Penutup
Demikian dharma wacana yang saya bawakan pada pagi hari ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan pesan saya adalah marilah kita jadi hari raya galungan ini menjadi momentum bagi kita guna menginstrospeksi diri untuk menjadi orang yang lebih baik, menangkan dharma secara spiritual. Jika ada rasa benci kepada orang lain, ayo mulai detik ini kita maafkan dia, sayangi dia, tali silahturahmi yang terputus, mari kita sambungkan lagi, kita saling maaf memaafkan sehingga hati ini, pura ini menjadi bersih, sejuk dan nyaman. William Jones dalam  sebuah pesan yang  indah sebagai berikut;

Tanamlah satu perbuatan, dan petiklah satu kebiasaan,
Tanamlah satu kebiasaan dan petiklah satu karakter.
Tanamlah satu karakter, maka kamu akan memetik
Nasibmu sendiri”.
Sekian dan terima kasih.

"Satyam Eva Jayate Nanrtam"  (Mundaka Upanisad III.1.6)
(Hanya Kebenaranlah Yang Akan Menang Bukan Ketidakadilan)

OM Santih Santih Santih OM
Biro INFOKOM : Satyam Eva Jayate.. JAYA

Kamis, 02 Januari 2014

Surat Libur Hindu Tahun 2014

Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Kementerian 
Libur dan Cuti Bersama Tahun 2014





SURAT DISPENSASI LIBUR HINDU 2014



Yang mau diprint silahkan menuju Sumber (PDF Version) : www.kemenag.go.id
Untuk Libur Dispensasi Hindu  Silahkan Download 
atau Lihat dibawah ini, cara membaca klik tanda < pojok kiri atas untuk memperbesar file PDF




Lebih lanjut Menko Kesra memberikan catatan penting berkenaan dengan SKB Hari Libur Nasional 2014 sebagai berikut :
1.    Cuti/cuti tahunan  merupakan hak bagi pegawai, yang harus dihargai dan dihormati. Untuk kepentingan bersama, perlu diatur oleh pemerintah;
2.    Penandatangan SKB hari Libur Nasional dan  Cuti  Bersama tahun 2014  mengalami  keterlambatan,  karena harus menunggu proses pengkajian hari Buruh Internasional  setiap tanggal  1 mei;
3.    Pada akhirnya pada tanggal 29 juli 2013 Kepres hari buruh ini  ditandatangani Presiden tertuang dalam Kepres nomor 24 tahun 2013;
4.    Jumlah hari Libur Nasional dan  Cuti  Bersama tahun 2013 sebanyak 19 hari (Libur Nasional: 14 hari & Cuti Bersama: 5 hari);
5.    Dalam draft hari Libur Nasional dan Cuti Bersama  tahun 2014  ini  juga 19 hari (Libur Nasional: 15 hari & Cuti Bersama: 4 hari);
6.    Jumlah hari cuti  bersama  dimaksud adalah mengurangi  cuti tahunan  bagi PNS/NON PNS.
BERBAGAI HARI LIBUR FAKULTATIF DAN CUTI BERSAMA TAHUN 2014 :
1.    Fakultatif hari Libur Nasional Bersifat Keagamaan sebanyak 29 hari antara lain: Hari Raya Siwaratri, Hari Raya Saraswati I dan II, Hari Raya Pagerwesi I dan II, Hari Raya Qing Ming, Hari Raya Galungan I dan II, Hari Raya Kuningan I dan II, Hari Lahir Nabi Kong Zi 2565 (Zhi Sheng Dan), Hari Duan Yang (Duan Yang Jie) dan lain-lain;
2.    Cuti Bersama Non Keagamaan : Memperingati Hari Buruh Internasional pada setiap tanggal 1 Mei.


This is letter from ministry to workers get holiday in calender 2014 to celebrate their religion.


Selasa, 11 Juni 2013

World Hindu Summit (WHS) 13 - 17 June 2013

World Hindu Summit / Pertemuan Hindu Dunia 
(klik pojok kiri < untuk membaca PDF dibawah ini)
TENTANG WORLD HINDU SUMMIT (WHS)



JADWAL ACARA


Rangkuman INFO Pertemuan Hindu Dunia dari Team INFOKOM 
"Satyam Eva Jayate"
  • What : WHS (World Hindu Summit), pertemuan seluruh Hindu di dunia.
  • When : 13-17 Juni 2013, 13 juni Pembukaan di Pura Samuan Tiga, Gianyar, schedule acara terlampir diatas.
  • Where : Ada pameran dalam rangka World Hindu Summit di tgl 14-16 JUNI 2013. Hubungi  Pak Perwira Duta hp 0811385849. (ketua japha : Ibu Sutrisna Dewi, dalam facebook Japha)
  • Who : Penyelenggara WHP (World Hindu Parisad) 
  • Why : Sesuai Hasil Piagam Bali (Bali Charter) 2012 lalu, untuk membuat pertemuan Hindu Dunia.
  • How : Pelaksanaannya akan disinergikan dengan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali ke-35 yang nantinya dibuka oleh Presiden RI sekaligus meresmikan berdirinya World Hindu Parisad dan World Hindu Centre. Melibatkan seluruh komponen Organisasi Hindu di Indonesia, KMHDI, Peradah, mahasiswa Hindu, UKMH, IHDN, UNHI, STAH, dll , disupport keamanan oleh POLRI dan TNI.

WHS (World Hindu Summit) oleh WHP (World Hindu Parisad)
website : http://www.worldhinduparisad.org/eng
Dan JAPHA (Jaringan Pengusaha Hindu Indonesia) Blog : www.japhaindo.blogspot.com
Notes (Catatan) di Facebook : Satyam Eva Jayate
Grup Facebook World Hindu Parisad

Download Jadwal Susunan Acara Pertemuan Hindu Dunia :


Dokumentasi Foto Kegiatan : Pembukaan World Hindu Summit di Pura Samuan Tiga, Gianyar Bali.

Hindunesia (Hindu Indonesia) Berkumpul dalam Permbukaan World Hindu Summit 
Dari Dalam Negeri (Hindu Kejawen, Hindu Kaharingan, Hindu Sunda Wiwitan, dll)
Dari Luar Negeri (India, Nepal, Hongaria, Russia, Bangladesh, Europe, US , Inggris, Lithuania, dll) Dalam semangat "Sanatana Dharma"

Para Peliput World Hindu Summit (WHS) 13-17 juni 2013 saat berkumpul bersama, Menteri ESDM Bapak Jero Wacik dan Hindu Sunda Wiwitan (Jawa Barat)

Turut Hadir Delegasi dari Parisadha Propinsi Nusa Tenggara Timur
Bapak I Gusti Made Putra Kusuma ( Ketua PHDI NTT )

Semangat kebersamaan Svami, Sulinggih, Ida Pedanda, Pandita, Tokoh Sanatana Dharma dari Seluruh Dunia

World Hindu Summit (WHS) hari ketiga, 15 Juni 2013 Ketua PHDI Pusat Bapak S.N Suwisma memberi penghargaan disaksikan para Delegasi Hindu dari dalam dan luar negeri.

World Hindu Summit (WHS) hari ketiga, 15 Juni 2013
Bersama Prabu Darmayasa (Pendiri Meditasi Angka), Bpk.I Ketut Arnaya (PHDI Pusat bidang ekonomi dan pendidikan), Svami dan Pembicara lainnya serta team support puskor Hindunesia

World Hindu Summit Hari kedua 14 June 2013, Speech Official Opening Dibuka oleh Menteri ESDM Bpk. Jero Wacik

H-1 (12 Juni 2013) menyambut World Hindu Summit dengan Pusat Koordinasi (Puskor Hindunesia) sharing bersama "Sunda Wiwitan" (Hindu Jawa Barat) dan Juga tokoh Hindu dari India Mr. Rajesh P Mudholkar




Jumat, 10 Mei 2013

GOLPUT Bukanlah Pilihan Tapi Keraguan


Pesta demokrasi sudah hadir di depan mata, banyak yang mengatakan PILPRES, PILGUB, PILBUP ataupun PILKADA (pemilihan kepala daerah) adalah proses berdemokrasi yaitu masyarakat dalam memilih pemimpinnya melalui PEMILU (Pemilihan Umum) dengan asas LUBER (Langsung, Umum, Bebas , dan Rahasia).

Di beberapa media social (Facebook Group , twitter, forum) pun marak diskusi tentang politik jelang pilkada ini. Ada yang mengatakan ayo golput / golongan putih (abstain/tdk memilih/memilih semua kandidat/buang suara) karena belum ada kandidat yang sesuai hati nuraninya.

Ada Pula yang menolak Golput dan mengajak masyarakat di social media untuk ambil peran dalam pesta demokrasi dengan melihat bahwa Golput itu merugikan masyarakat sendiri, dengan penjabaran:

*) PEMILU dilakukan oleh Uang rakyat , karena diambil dari APBD/APBN untuk pengadaan kotak suara, kartu pemilih, bayar petugas KPPS, Banwaslu, dll.
*) Bila Uang rakyat sudah dikeluarkan, namun tetap golput maka hak masyarakat dalam memilih pemimpinnya sudah hilang.
*) Pemilu dilakukan 5 th sekali, untuk memberikan ruang bagi rakyatnya menjadi cerdas dalam memilih kandidat yang ada, dimana sudah diverifikasi oleh KPU/KPUD.
*) Jaman dahulu memilih pemimpin melalui Dewan Perwakilan Rakyat (wakil) namun rakyat protes, katanya tidak demokratis, namun jaman sekarang giliran rakyat diberikan memilih Langsung pemimpinnya malah golput (membuang suaranya).
*) Satu orang satu suara (1 Human 1 Vote) itulah yang tepat dalam mencegah Golput, karena apabila golput dalam pilkada tinggi pun, tetap saja ada Kandidat yang akan menang dan kalah. Lalu apakah suara golput itu diakomodir oleh KPU ? apakah Golput tinggi akan Pemilu ulang ? apakah golput akan menampar sisi moral pemenang agar malu & tahu diri ? ternyata Jawabannya TIDAK. Inilah yang membuat golput itu merugikan masyarakat itu sendiri, karena suka tidak suka, mau tidak mau dalam 5 tahun kepemimpinan , masyarakat akan merasakan dampaknya (walaupun saat itu pilihannya golput).

Bila kita melihat dalam memilih pemimpin, kita pun harus mengetahui kriteria ataupun sepak terjangnya (portfolio) bahkan pengalamannya tiap kandidat. Seperti Pilkada 15 mei 2013 mendatang (pilgub/pemilihan Gubernur) Propinsi Bali  dan Pilgub Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) putaran kedua tanggal 23 Mei. Pilihan kembali kepada rakyat & saksi yg mengawal proses demokrasi Pemilu (perhitungan suara) "1 human 1 vote" , no vote = golput = sia-sia.

Untuk memilih pemimpin di BALI,  beberapa hal dasar yang umum diantaranya mencakup :

1. Programnya benar dirasakan masyarakat
2. Memiliki arah yang jelas & terinci
3. Benar-benar melayani rakyat
4. Lebih mementingkan kepentingan rakyat dari pada golongan.
5. Menjaga keamanan Bali karena event internasional banyak dilaksanakan.(bila ada event pasti PAD bali masuk)
6. Penyaluran PAD (Pendapatan Asli Daerah) benar dan tepat sasaran
7. Figur yang kuat akan membawa Bali Astungkara menjadi baik.
8. Mampu berkomunikasi dengan pemerintah Pusat

Bila ditelaah lebih lanjut, ada pula 5 aspek penting dalam masyarakat bali diantaranya : Pariwisata (SosBud), Keamanan, Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi. Sehingga dalam tiap bidang tersebut, dalam melihat setiap figur pemimpin pasti selalu ada plus dan minusnya. Oleh karena itu, maka carilah yang banyak nilai plus diantara nilai minusnya , agar energi plus banyak mengalir ke Bali. Seperti contohnya lihatlah sepak terjangnya, portfolio bukti kepemimpinannya, kemampuan / skillnya serta profilnya.

Kriteria khusus lainnya pemimpin Bali ideal bila kita rinci dan bedah satu persatu pemimpin itu (sesuai topik MDGs / Millenium Development Goals) :

*) Siapakah ia ?
*) Bagaimana Profilnya ?
*) Selama ini pengalamannya apa saja ?
*) Sudahkah terbukti membawa arah perubahan yang baik ?
*) Benarkah APBD tersalurkan dengan baik dan pengawasan yang benar ? (walau sesuai data berita menyatakan dari 33 propinsi kasus KPK, Prop. bali 3 dari terbawah), ini brarti kebocoran sedikit dan PAD benar tersalurkan dengan baik ke program rakyat, tidak ke kantong-kantong golongan.
*) Pemimpin yang kuat bisa mempengaruhi Legislatif dari berbagai warna Bendera partai.
*) Bila sudah program pro rakyat dari Eksekutif terencana dengan baik namun Legislatif tidak mendukung, maka rakyat akan menilai sendiri apa motifnya.
*) Unsur 5 C pasti dilihat. (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition)
*) Mampu berkomunikasi di berbagai level (internasional, lokal, atas, menengah, bawah)
*) Memperoleh reward/penghargaan, apresiasi dari berbagai pihak baik lokal (dlm negeri) dan interlokal (luar negeri).
*) Menjaga sistem agar tetap berjalan dengan baik.
*) Mau membuka diri berkomunikasi dengan rakyat, rutin selama masa kepemimpinan 5 tahun tersebut, (simakrama, open house, lewat pin BB, nomor handphone, youtube, dll)

Bila Anda mau merubah Bali, ambilah peran dalam dunia politik. Seperti kata Bapak Basuki yang akrab disapa Ahok dalam video berikut ini : http://www.youtube.com/watch?v=imoAXnGOpKg

"Kita harus Mengambil bagian dalam dunia Politik ini , kalau Anda tidak berpartisipasi dalam politik maka yang Jahat Akan Menguasai APBN dan APBD.  Syarat kita dalam berpolitik sangat sederhana. Ada 3 syarat : Bersih, Transparan dan Profesional." Masihkah Anda akan golput, tidak memilih, dan membuang hak suara karena suara Anda sudah dijamin oleh Undang-Undang?

Di dalam kepemimpinan suatu daerah itu, ada 3 pilar berperan Penting : Legislatif (Dewan) , Eksekutif (Pelaksana Program), dan Yudikatif (Hukum dan keamanan). Kenapa demikian ? karena tanggung Jawab ketiga elemen itulah yg berperan atas kesuksesan suatu kepemimpinan daerah. Bila salah satu pilar disudutkan maka pilar lainnya pun akan berperan "check & balance", karena semua saling kait mengait layaknya Trias Politica.

Trias Politika berasal dari bahasa Yunani (Tri=tiga; As=poros/pusat; Politika=kekuasaan) yang merupakan salah satu pilar demokrasi, prinsip trias politika membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances. Hasil kepemimpinan suatu daerah pun harus ada indikatornya (alat ukur). Seperti pelaksanaan tugas dan kewajiban 3 pilar (Legislatif,eksekutif,yudikatif) yang bisa dilihat selama 5 tahun  tiap pilar tersebut :

*) apa tolak ukur yang sudah dilakukan / dikerjakan 3 pilar tersebut ?
*) evaluasi apa yang sudah dilakukan selama ini ?
*) sudahkah membuka ruang informasi kepada public  minimal komunikasi ke social media, humas koran, TV, radio ?
*) Agar 3 pilar tersebut tidak merasa dibebani dan membebani maka "ketegasan" diperlukan.
seperti Jokowi maju jadi gubernur jakarta, maka konsekuensi yang diterima partai pengusung adalah bila Beliau terpilih nanti akan fokus bekerja untuk rakyat bukan untuk golongan. sebab usai Pemilu semua "Pemimpin" menjadi milik rakyat dan wajib mengayomi seluruh masyarakatnya.

Maka dari itu dalam pilgub Bali ini, diri kita sendirilah bersama mencari yang terbaik diantara yang sudah ada sekarang, karena tidak ada pilihan lain (KPUD sudah mengetok Palu kandidat hanya 2 pasang untuk Pilgub bali 2013), minimal yang lebih menyentuh langsung ke masyarakat, programnya jelas dan terinci. Sementara di sisi lain, kita sebagai rakyat kembali melaksanakan tugas dan "Swadharma" masing-masing, lalu melihat 5th ke depan apa yang akan terjadi dengan program-program tersebut.
Jadi "Jangan Golput" dengan mengawal pemilu, untuk mendapatkan pemimpin Anda dan mari bersama  Gerakan Dukung "one human one Vote" guna mendapatkan pemimpin yang baik selama 5th. Karena apabila semua rakyat golput maka tetap saja ada menang dan kalah, dan selalu diingat bahwasanya suara golput tidak pernah di akomodir. Sebagai catatan saja yakni banyak  Hasil Pilkada, dimana pemenangnya  tetap saja dilantik walau angka Golput (abstain/tidak beri suara) itu tinggi, nah lalu dimana itu rasa malu ? dimana itu gengsi ? dimanakah pemilu Ulang ? tetap saja 5 thn merasakan dampaknya.
Lebih baik 1 suara dipakai sebaik-baiknya seperti iklan "Setetes Darah Anda sangatlah berarti untuk PMI", Sehingga Undang-Undang mengakui 1 suara rakyat untuk memilih pemimpinnya itu menjadi legitimate.

Dalam komunikasi Politik, teknologi pun menjadi alternatif pilihan. Sebagai contoh yang digunakan oleh Pilpres Obama, Pilgub DKI, dimana mereka membuat ruang seluas-luasnya bagi masyarakat berdiskusi, aktif di social media, menggunakan teknologi broadcast yang ada dalam berkomunikasi. Seorang Pemimpin yang berani membuka komunikasi langsung (direct message) seperti no Handphone nya, emailnya dll maka akan dengan mudah mendapatkan aspirasi langsung dari rakyat.  Banyak sikap dan cara kepemimpinan tiap orang. Jika kita melihat seperti halnya contoh sikap yang dilakukan oleh Jokowi-Ahok (Gubernur & Wagub Jakarta), mereka berani memberikan nomor ponselnya langsung kepada khalayak, sehingga kebocoran-kebocoran dapat diketahui sejak dini. Sudah adakah Pemimpin yang berani seperti itu? Itulah pemimpin yang benar melayani dan tidak mau menutup dirinya.  apakah ruang komunikasi dan teknologi masih dianggap sepele ?? apakah baliho saja Yang mampu menggugah masyarakat dengan 1 jalur komunikasi ? ataukah komunikasi bolak balik yang diperlukan masyarakat saat ini ? Anda sendirilah yang akan mampu menjawabnya.

Komunikasi politik di bidang teknologi pun bisa dimanfaatkan sebaiknya untuk informasi, layaknya social media dengan Like (jempol) fanspage, Twitter dengan Followers, dan Youtube dengan Subcribernya. Disanalah ruang-ruang yang ke depannya akan dipakai oleh masyarakat luas, sebab setiap orang sekarang di genggamannya sudah ada BB, Smartphone, tablet dll.
Sedangkan untuk masyarakat di pelosok, ada radio, poster/baliho, dan nonton TV. Lalu masihkah menolak akan teknologi Informasi dalam berpolitik?? Dengan informasi terus berkembang, pengawasan bisa dilakukan bersama , maka astungkara 5th kemajuan Bali akan banyak berkembang.

Indikasi/dampak golput biasanya mengharapkan pemimpin yang ideal, namun ironisnya masalah krisis kepemimpinan saat ini dialami, dengan karakter "Anak Bali tidak mau menonjol" semuanya mau berada dibalik layar "Man behind the scene" hampir merata kita bisa lihat di warga Bali dan perantauan luar  juga sama, jarang tampil dan berbicara. Satu kata yg sering dibicarakan : " LEK  ATI  NE  KONE " (Malu hati katanya), nah bila sudah begini dimanakah kaderisasi kepemimpinan bisa muncul ? Biasanya yang penting menyame braye (bersaudara), bila dipilih jadi ketua banjar/klian banyak yang menghindar. Hal itu dialami sendiri banyak warga waktu hidup diluar bali. Semoga saja muncul pemimpin-pemimpin muda Hindu Bali yang berani. Bila dilihat untuk level nasional saja, Anak Bali yang mampu berbicara saja bisa dihitung dengan jari, tidak lebih dari 10 orang. Hal itu bisa dilihat (terbukti) dari seringnya muncul di Media TV, radio dan topik-topik hotnews pada website-website.

Kembali lagi ke pemikiran awal : dan berpikir realistis, mampukah perubahan terjadi bila masyarakat "Tidak memberi suara"  mencari pemimpin (bila sikap cuek dan lain sebagainya) ? siapkah berpartisipasi membentuk pemimpin masa depan bila tidak terjun dalam politik ?? apakah mampu mendapatkan pemimpin bila semuanya golput?? apakah Pilkada bakal diulang terus menerus sampai bisa memuaskan semua keinginan masyarakat yang multi kepentingan ? bagaimana dengan biaya yang sudah dikeluarkan oleh KPUD sendiri bila masyarakat banyak yang golput ? ilustrasi yang bisa nampak jelas yaitu satu suara pedagang di peken (pasar) memiliki hak yang sama dengan suara pengusaha. Itulah semangat Gotong Royong dalam musyawarah untuk mufakat mencari pemimpin. Semuanya bersuara dan saling mendukung dari kandidat yang disediakan KPUD.

Dalam melihat Fenomena golput, ini pun tidak sama seperti menKambing Hitamkan ? justru  kita harus berbahagia masih bisa memilih seorang pemimpin karena diakui UU, sebab seandainya bila golput maka sia-sialah suara kita, suatu saat kebijakan yang diambil pemimpin akan tetap berlaku untuk semua masyarakat bahkan golput akan terkena dampaknya juga. Dengan kita bisa memilih dan minimnya golput, maka akan menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki masyarakat yang cerdas dalam berdemokrasi. Sebagai contoh prilaku dengan datang ke lokasi TPS dan meluangkan waktu memberi suara saja, sudah merupakan "ngaturang NGAYAH", mari memberikan suara hanya 5 tahun sekali, pilihlah sesuai Nurani yang mendekati program nyata, karena kita adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.

Pengalaman  biasanya paling besar GOLPUT adalah orang-orang yang susah bangun pagi hari, bukan yang menggiring opini publik untuk golput. Beberapa Kategori Golput :
*) yang Golput biasanya telat bangun pagi,
*) yang Golput biasanya malas pulang kampung (karena KTP dirumah)
*) yang Golput biasanya memilih semuanya..

Maka Ayo masyarakat cerdas memilih.
Abstein itu bukan pilihan tetapi Ragu-ragu, hidup dalam keraguan, dan belum yakin atas Keyakinan sendiri dalam memlih pemimpin, sehingga tugas kitalah mencerdaskan pemilih itu dengan social media untuk mencintai daerahnya sebagai salah satu bagian dari Propinsi BALI yang akan dipimpin oleh Gubernur.

Seperti kata Bapak Made Nurbawa (alumni KMHDI) di suatu Media Facebook, disamping memilih, pemilih juga harus aktif memantau proses pemilihan. Begitupun menurut seorang teman dari tabanan sdr.Putu Yusdiana Putra mengatakan :
"setuju sekali jungkir balikan logika sehingga jadi out of mind , logika macam apapun yang dipakai memback up , golput itu hanyalah suara sekumpulan orang-orang frustrasi yang selalu menyalahkan keadaan, suara orang-orang yang selalu menuntut kesempurnaan , " Tidak Ada Yang Sempurna " and " No One is Perfect. Stop Munafik ! bila sudah tahu tidak ada manusia sempurna kenapa menuntut kesempurnaan dari manusia lainnya. Apa yang anda pikirkan tentang diri anda , apa yang anda pikirkan tentang orang lain , apa yang anda pikirkan tentang pemerintahan ??? apapun yang dipikirkan selama anda memikirkan tentang kesempurnaan , anda mengingkari warisan Tuhan yang diturunkan pada anda & sesama anda yaitu ketidaksempurnaan.

Dari diskusi teman diatas tersebut, bisa dipahami dan juga merasa dalam diri ini ada sifat Rwa Bhineda (sifat Dewata-Raksasa), maka mari bersama kita saling mencerahkan. Kita pun harus membawa golput menjadi beban bersama rakyat yang harus dicerdaskan dalam memilih , bila itu belum sesuai nurani maka carilah yang terbaik diantara yang belum sesuai itu, jadi golput bukanlah pilihan.

Ada pula Perilaku Yang keliru : Ingin adanya perubahan, namun tidak mengambil peran dalam Perubahan itu sendiri (membiarkan suara golput tinggi dengan berharap pemenang malu dan lain sebagainya). Setiap pemilihan golput, 5 th kemudian golput lagi, dan begitu seterusnya, namun meminta perubahan. Opini ini hanya mencoba menyadarkan apa benefit dari golput dan kerugian dari golput itu sendiri.

Bila negeri ini banyak kegelapan, marilah menerangi bersama-sama, memberi pencerahan, mencerdaskan masyarakat, memberi lampu yang terang apa makna dari golput itu sebenarnya. Sebagai gambaran saja, bila banyak 1/4 aksi walkout terjadi, lalu dalam rapat sisa 3/4 hadir, kemudian voting, apakah yang walkout itu sendiri bakal di akomodir ? tidak bukan ? tetap saja disahkan dan berjalan karena sudah ketok Palu, inilah yang berbahaya.

Bapak Made Nurbawa pun mengatakan : "mereka yang sudah ditetapkan sebagai Cagub artinya mereka (kandidat) sudah lolos secara aturan hukum negara. Dimata aturan kita pun tidak berarti "tepat" mengatakan mengapa dia yang lolos jadi cagub? kalau bukan mereka lalu siapa ? Bukankah setiap warga negara boleh Mencalonkan dirinya? asal berani,siap, yakin, punya duit, pendukung dan memenuhi aturan yang berlaku." Menurut beliau, menuju cita-cita Bali menjadi lebih baik tidak selalu harus fokus pada siapa yang jadi calon gubernur. Aturan memungkinkan setiap warga negara melakukan kontrol hukum dan politik, baik saat nyalon, pemilihan maupun saat menjabat. Sepanjang strategi kontrol dilakukan dengan sungguh-sungguh. Kini, dalam tahapan Pilgub KPUD BALI sudah menetapkan 2 paket kandidat. Namun dalam realitas memang Paket Cagub tidak selalu memuaskan masyarakat pemilih. Golput pun merebak dan mewabah. Legitimasi kandidat kurang, dan seterusnya. Terkait dengan wacana ini, ada satu pertanyaan yang belum populer yaitu : "Benarkah Calon Pemimpin muncul/hadir dan dibentuk oleh Rakyat?" atau sebaliknya dibentuk oleh "Kekuasaan atau pemodal?".
Kalau dari rakyat dan merakyat, pasti publik menerima dan Golput menurun. Tapi kalau dari Kekuasaan dan atau Pemodal? maka pertanyaan selanjutnya  KEMANA peran kedaulatan rakyat, hingga bisa sampai gagal menciptakan calon pemimpin yang memenuhi kehendak rakyat dan merakyat?

Saya berpendapat walau banyak bilang negara RI belum ada pemimpin Sempurna, negeri belum berkembang, tapi saya bangga jadi Warga Indonesia Yang Masih Bisa Memilih karena dijamin Undang-Undang, berarti Saya diakui sebagai Rakyatnya. Krisis kepemimpinan dialami oleh semua orang saat ini, fokus pada masalah golput maka fokus juga dalam solusi. Bila hal ditanyakan kepada pihak golput tentang figur pemimpin BALI ideal beserta NAMA nya , belum ada golput yang berani  merespon.
ini brarti apa ? tanya kenapa ?
Bila kita fokus pada masalah fokus juga dong pada solusi. (serta metodologinya)
Kata Bung Ridwan Kamil (TED'x) ambilah peran dalam perubahan, jangan terus menyalahkan Pemerintah, mengeluh sana sini, namun tidak berbuat perubahan (karena tiap tahun golput). "My country is my responsibility" , lakukan metodologi masalah dan lakukan bersama komunitas,
Jangan pernah merubah Dunia Sendirian, sudah gak jaman , rubahlah bersama /berbarengan dari lingkungan sekitar. Itulah kata Bung Ridwan Kamil (TEDx Bandung) dalam video berikut : http://www.youtube.com/watch?v=Gd6RqAXc-1Q

Seperti jika, orang-orang Golput mampu memberikan nama-nama kandidat Pemimpin Hindu Bali ideal terbaik mereka dari 2 pasang yang diusung oleh KPUD Bali saat ini, maka saya akan apresiasi sekali.
Saya pun mencari tahu tokoh Bali kancah Nasional sebagai pendataan saja dan siapa tahu 2018 mereka bisa jadi pilihan diantara para GOLPUT saat ini. Sekaligus bisa menambah referensi tokoh-tokoh Hindu Bali juga. Disaat kita mengajak Golput, sudahkah kita menyadari ada figur pengganti yang ideal / cocok untuk Bali itu sendiri ?? jangan-jangan setelah keinginan golput semua tercapai, lalu kemudian tidak ada solusi apapun yang berarti. Pertanyaan kepada pihak Golput pun berlanjut yaitu bisakah tolong diberikan Nama saja tokoh Nasional Hindu Bali yang mungkin dikenal Pantas dipilih selain 2 pasang kandidat yg diajukan KPUD Bali saat ini, siapa ? ternyata sulit sekali pihak golput menjawabnya.
jangan-jangan tidak tahu Tokoh Nasional Hindu Bali saat ini siapa aja.. , wah..wah...
Banyak golput mengatakan Kandidat sekarang belum sreg di hatinya , tapi giliran ajukan Nama untuk pengganti Kandidat sekarang, golput sendiri tidak ada referensi Pemimpin Bali ??

Inilah yang namanya menggoyangkan untuk Golput, ajak beramai-ramai, namun tidak ada solusi pemimpin penggantinya.
ibarat menagihnya Pemimpin yg baik-baik , idealis, namun ditanya balik solusi pemimpin untuk mencari Nama saja bingung, bahkan menghindar. Nah, apakah salah bila  menanyakan nama Pengganti kedua kandidat yang ada dari KPUD Bali sekarang yang mungkin lebih Baik (sesuai sudut pandang golput) ?? berarti kan bagus jika sejak dini didata dan sudah keliatan 3B nya : Bibit. bebet dan bobotnya. Apakah harus menunggu 2018 lagi baru langsung memilih pemimpin ideal?

Lebih prihatin lagi GOLPUT bila tidak memiliki Kader Pemimpin untuk BALI yang ideal, namun menggoyangkan Kandidat yg ada sekarang (2 Pasang dari KPUD). Seandainya bila mosi tidak percaya tinggi lalu keinginan semua golput tercapai , lalu apa konsekuensinya Bagi BALI sendiri ? apakah Bali siap mengajukan nama pemimpin Kandidat yang ideal saat ini ? Bila iya tolong ajukan Nama Pemimpin BALI, yang sesuai keinginan Golput, mulai dari : sepak terjangnya, portfolionya, apa yang sudah diperbuatnya untuk Bali, dll. Saya rasa golput pun juga belum berani mengajukan nama Sang Calon diantara kedua kandidat tersebut dari KPUD untuk sebagai pembanding. Jadi pentinglah membentuk dulu Kader Pemimpin untuk Bali, barulah disediakan penggantinya.  Ada beberapa teman di grup Facebook pun sempat saya tanyakan tentang kandidat yang ideal, dan beberapa hanya menjawab sesuai ingatan Tokohnya, Sedangkan banyak pihak golput "no solution Name ideal Leader for Bali."
Maka golput ajukanlah nama pemimpin Bali masa depan ke KPU Prop. Bali, siapkan persyaratan, tampilah jadi yang terdepan , minimal jadi ketua klian dulu, tapi saya rasa banyak nak Bali akan jawabnya "LEK ATI NOKS" dan memilih "man behind the scene" (berada dibalik layar) itu karakter yang saya liat nak bali diluar pulau bali jarang yang berbicara di level nasional.

Waktu terus berjalan, janganlah GOLPUT / tidak memilih atau berbuat apapun. Karena andalah sumber perubahan itu sendiri dan mampu untuk merubahnya bersama-sama. illustrasi Bila PEMILU (5 tahun sekali maka yang diakui Undang-Undang) usia :
17, 22, 27, 32, 37, 42, 47, 52, 57, 62, 67 , 72, 77, 82, 87
sehingga rentang usia manusia hanya bisa memilih sebanyak 11 kali (itupun bila sehat terus) , jadi jangan menyia-nyiakannya.

Kembali lagi one human one vote = satu orang satu pilihan , jangan ragu, dan abstain/golput / buang suara "bila memang mau untuk perubahan" jadilah perubahan itu sendiri (jangan melakukan hal yang sama tiap Pemilu Golput). Walaupun krisis membentuk kader kepemimpinan kedepannya itu menjadi tanggung jawab bersama.
Sebagai contoh sederhana, saat saya tinggal di NTT melihat bila tokoh/warga diminta Berdharma Wacana saja di Pura, biasanya banyak yg menolak.. hadeuuhh.. padahal membicarakan Dharma.. apa mungkin takut dan malunya tinggi sekali ya ?

Pragmatis dan diplomatis mumpung Gratis dan optimis GOLPUT bukanlah pilihan aktivis. Tidak ada yg memaksakan kehendak hanya menyadarkan bahwa satu suara sangatlah berarti "one human one vote".
Jika ingin perubahan , ya Jadilah Proses Perubahan itu sendiri, Jangan tiap 5 tahun Golput  (tidak memilih / abstein).
Yang di Rumah Sakit saja memilih, masak yang Sehat tidak memilih ?
suka tidak suka mau tidak mau, tetap golput adalah rugi sudah buang suara yang dijaminkan Undang-Undang.
Seperti Kata Ampuh Melawan GOLPUT dari Om Google =
"STOP your Complain, START your ACTION, Use Your VOTE"
Golput Bukanlah Pilihan, tapi keraguan.
Yang Tua Saja Memilih , masak yang muda tidak memilih ?? tetap optimis Golput merugikan masyarakat, karena masa depan ada di tangan anda.

OM Ano Badrah Kratavo Yanthu Visvatah
"Semoga Pikiran dan Dukungan Yang Baik Datang Dari Segala Penjuru"
Satyam Eva Jayate .. JAYA..

Rary Triguntara, SKM
==================================
ICT (Information Communication Technology)